Entry: United Belmont (...) Saturday, December 13, 2008




Ini sepeda istriku. Bukan, bukan sepeda yang kubeliin buat istriku, tapi memang punya istriku...
Asal-usulnya nggak begitu jelas. Makanya tahun produksinya nggak kutulis... Yang jelas, waktu aku pertama kali datang ke Jakarta, sepeda ini udah ada di rumah mertuaku. Dulunya dipake pembantu ke mana-mana. Lebih tragis lagi, sempat sepeda ini dipasangi palang tengah (top tube jadi-jadian?) dari kayu, terus dipake tukang yang ngebangun rumah mertuaku untuk wara-wiri ngangkut zak semen!
Dan setelah rumahnya jadi, sepeda ini ditelantarkan begitu saja di gudang...
Setelah membawa Mt. Everest-ku yang pertama ke Jakarta dan pasang fork suspensi, ada keinginan juga ngajak (calon) istriku (kan waktu itu belum nikah, hehehe) bersepeda berdua. Kan nggak lucu kalo sepedaan berdua tapi sepedanya cuma satu. Galih dan Ratna banget nggak, sih (yah, ketauan deh angkatannya)... Akhirnya, sepeda yang teronggok di gudang ini mulai kurestorasi.
Awalnya cuma memperbaiki parts yang rusak. Ganti rantai, hub, spokes, kabel rem dan shifter (dulunya sepeda ini multispeed), ubah drivetrain ke 3x7-speed. Eh, kok terus ada keinginan ngecat. Ya udah, warna ungu aslinya pun digusur kombinasi kuning-silver (yah, karena cuma cat warna itu yang tersisa di rumah).

Itu foto waktu habis kutes jalan ke kantor. Nggak mungkin lah, istriku pake setting seatpost setinggi itu.

Lantas aku terjangkit virus singlespeed. Ketularan dari Sang Dewa. Boleh dibilang, ini singlespeed pertama di keluarga... Dan istriku nggak keberatan sepedanya dijadiin singlespeed. Lebih simpel, sih. Dan lebih enteng...


Lanjut lagi, wheelset sepeda ini adalah wheelset pertama yang kurakit sendiri. Iya. Sendiri. Tanpa truing stand, cuma mengandalkan frame sepedanya. Udah gitu, langsung pake pola 3-trailing 3-leading juga, yang nggak kalah rumitnya. Masih kurang rumit? Rims yang kupake lubangnya 36, sementara hub Formula yang kupake berlubang 48!
Butuh seminggu untuk ngerakit wheelset begini. Banyak trial and error-nya... tapi pelajaran yang didapat sangat berharga.
Hub belakangnya, ada cerita tersendiri lagi. Awalnya karena aku pengin ngerakit 3-trailing 3-leading begitu, kalo misalnya aku pake hub biasa yang low-flange pastinya efek susunan jari-jari yang kayak kipas itu nggak akan kelihatan jelas. Ya udah, aku nyari hub high flange. Yang kutemukan ya hub Formula buat BMX itu, tapi lubangnya 48. Pikirku, ngakalinnya mudah (dan ternyata nggak semudah itu...). Tapi yang menarik, hub ini sistemnya bukan freewheel (sproket belakangnya model ulir), tapi freehub (kayak hub Shimano, sproket belakangnya masuk ke freehub body, terus dikunci pake lockring)! Menarik, nih. Aku bisa dengan mudahnya ganti-ganti rasio gearing, asal mau ngebongkar satu cassette untuk dipretelin sproketnya...
Dan setelah bolak-balik ganti, akhirnya rasio yang pas buat istriku adalah 32/15T.
Yang repot, karena hub belakang ini aslinya untuk BMX yang OLD-nya 110mm, jadinya di tiap sisi locknut hub ini kuganjal ring supaya pas di spacing dropout frame ini yang 135mm. Lebih lanjut, karena sproket belakang posisinya jadi terlalu ke dalam, maka chainring-nya harus digeser juga ke dalam... itulah kenapa di setiap baut chainring di crank arm ada ganjalan tiga ring tebal.
Oh iya. Biarpun "cuma" single wall, tapi rim Araya yang kupake di sini masih aseli bikinan Jepang, lho...


Dan terakhir, setelah aku dapat v-brake Shimano DX warna merah, kayaknya warna kuning-silver nggak lagi serasi dengan sepeda ini. Langsung saja frame-nya kucat ulang warna pearl white. Dipadu sadel yang dibungkus ulang dengan warna putih dan fork RST Omni-nya yang warna aslinya udah merah, akhirnya sepeda ini kita juluki Susterngepot...

| frame: United Belmont, unknown year | suspension: RST Omni, 1" steerer tube | controls and brakes: Shimano Deore LX BR-M570 brake levers, Shimano DX BR-M600 v-brakes, alloy risebar, Kalloy quill stem, generic 30,2mm headset, alloy 25,4x300mm seatpost, custom upholstered saddle, Exustar flatpedals, Jagwire brake cable+housing (Shimano SLR front housing) | drivetrain: Shimano Acera FC-M340 170mm crankset (32T), Shimano 15T cog, generic singlespeed chain, Shimano BB-UN25 bottom bracket | wheels and tires: Araya VP-20 26x1.50 on Formula BMX hubs, IRC Metro 26x1.50 tires |



   6 comments

buy custom essay
May 26, 2017   07:47 PM PDT
 
nice day, keep your work and studying)
2012 New MLB Hat
September 21, 2012   10:15 AM PDT
 
I'd be interested in hearing. The TOS seems rather clear that it is not unless expressly approved by Amazon. I guess if the library got it in writing then they would be ok. ,991496,http://mine-ranggapanji.blogdrive.com/comments?id=4
Online Viagra
January 3, 2012   03:36 PM PST
 
Great info! I recently came across your blog and have been reading along. I thought I would leave my first comment. I donít know what to say except that I have enjoyed reading. Nice blog. I will keep visiting this blog very often.
bdwiagus
August 19, 2009   05:00 PM PDT
 
wuih,.. kepangan rimnya canggih amat yak,... meliuk-liuk gituh,.... bisa kuat juga ya om?
mantaplah
ranggapanji
February 18, 2009   10:59 PM PST
 
tengkyu, Om!
kistey
February 11, 2009   11:32 PM PST
 
keren abisss bosss...

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments