Friday, December 12, 2008
United Patrol SL (2006)


Sepeda ini boleh jadi umurnya jauh lebih muda dari "kakaknya", tapi kisahnya jauh lebih banyak...
Berawal dari keinginan untuk punya sepeda full-suspension (pakai sokbreker belakang), aku dan adikku membeli sebuah frame chromoly bekas (cerita lengkapnya, kapan-kapan...) di sebuah toko sepeda. Lalu kita ingin pasang discbrake depan belakang, jadilah frame besi itu "dirusak", dipasangi dudukan kaliper belakang. Dan proyek itu gagal. Dan ditinggal.
Tergerak rasa sayang karena sudah beli banyak sekali parts (terutama discbrake set-nya: kaliper, hub depan belakang, rotor sepasang... untukku, harganya waktu itu cukup mahal sekali), aku tergerak untuk memberikan kumpulan parts tersebut "rumah" baru. Maka lahirlah sepeda ini...
Seiring perjalanan waktu, parts asli yang tersisa dari proyek awalku dengan adikku yang masih dipakai di sini, ya tinggal kaliper rem-nya saja.
Sepeda ini sudah ke mana-mana. Mungkin karena fleksibilitas linkage rear triangle-nya yang memungkinkan untuk dilipat lebih kompak dari sepeda biasa, menghemat ruang penyimpanan di bagasi. Ke Cilacap, dan yang paling seru, ke Bali...

| frame: United Patrol SL 2005 | suspension: Suntour XCR 120mm fork, KS290 coil rear shock | controls and brakes: Shimano Deore LX SL-M580 shifter, Tektro Eclipse Carbon brakelever, Shimano BR-M475 mechanical disc caliper, Shimano SM-RT62L 203mm rotor (front), Shimano SM-RT62 160mm rotor (rear), Amoeba SCUD composite carbon 620mm risebar, Zoom 100mm stem, FSA cartridge bearing headset, Thomson layback 27,2x350mm seatpost, custom upholstered Selle Royal Wolf saddle, United flatpedals, Jagwire shifter+brake cable+housing | drivetrain: Shimano Deore LX FC-M580 175mm crankset (44-32-22T), Shimano Deore XT CS-M760 cassette (11-34T), Shimano Deore LX FD-M570 front derailleur, Shimano Deore LX RD-M570 rear derailleur, Shimano CS-HG53 chain | wheels and tires: Speed 559-26mm rims on Shimano FH-M495 (front) and Shimano HB-M495 (rear), Schwalbe Black Jack 26x2,10 tires |

Filthy is yes, hehehe... katanya, kalau tidak mau kotor, ya jangan main MTB...
 
 




Posted at 06:14 am by ranggapanji

Rangga
February 9, 2010   12:32 PM PST
 
yang bisa dilakukan adalah:
1. pake fork maksimal 100mm, biar titik gravitasi nggak geser ke belakang, yang bikin rawan patah
2. ganti linkage malah bikin travel belakang jadi lebih pendek, lho.
3. apalagi ganti rearshock yang e2e-nya lebih tinggi... malah bikin kacau geometri. pake standarnya aja.
4. itu rearshock, sering-sering dicek. biasanya seattube patah bukan karena ketekan (buckling), tapi justru karena ketarik. ketarik itu biasanya adalah karena rearshock mati, tapi linkage kena beban dari bawah. karena titik statisnya berubah, dari pivot ke eye-nya rearshock, jadinya pivot ketarik ke atas... jebol deh.

itu aja sih, bobot 80kg sih nggak ada masalah.
Rangga
November 26, 2008   05:48 PM PST
 
itu sadel Selle Royal Wolf lama yang sobek waktu kubawa ke Bali, hehehehe. custom re-upholstered. MBTech, lho...

si putih Sanosuke? masih ada, lho! cuma ya memang nggak bisa diberdayakan...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry

Blogdrive